Apa itu Coding, Contoh, dan Mengapa Belajar Coding?

Di era digital saat ini hampir semuanya dilakukan secara digital dan semua informasi bisa didapatkan dan dinikmati dengan lebih cepat.

Namun, pernahkah kamu bertanya bagaimana aplikasi, game, atau website ini lahir? Siapa yang membuatnya, bagaimana prosesnya? Sulit?

Menariknya, dibalik aplikasi, game, atau website yang super keren tersebut ada proses panjang di balik itu semua. Salah satu proses tersebut adalah coding.

Apa itu Coding?

Gambar Apa itu Coding, Contoh, dan Mengapa Belajar Coding? Oleh Piwiq.com

Coding adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan merangkai atau menulis sebuah perintah yang dapat dibaca oleh manusia.

Meskipun begitu tulisan ini harus sesuai dengan aturan penulisan (syntax) dalam bahasa pemrograman tertentu.

Nantinya akan dikonversikan atau diganti menjadi kode-kode yang dimengerti oleh mesin.

Contoh Produk Coding

Gambar Apa itu Coding, Contoh, dan Mengapa Belajar Coding? Oleh Piwiq.com

Sebagaimana di bagian pembuka, aplikasi, website, atau game merupakan produk-produk yang dibuat dengan rangkaian proses, salah satunya coding.

Misalnya, aplikasi ojek online.

Bagaimana bisa smartphone bisa tau koordinat dari penumpang maupun pengendara (driver hingga mengetahui setiap pergerakan dari motor dari waktu yang relatif singkat.

Nah, hal ini bisa dikarenakan ada sistem yang telah dirancang dengan proses coding.

Beberapa contoh lainnya, seperti:

  • Sosial Media (Facebook, Instagram, LinkedIn)
  • Aplikasi Chat (Messenger, WhatsApp, LINE)
  • Aplikasi Ojek Online
  • Aplikasi Buku Elektronik
  • Aplikasi eBanking
  • Website Penjualan Tiket
  • Website Review Makanan
  • Website Berita
  • AR/VR
  • Game
  • Kuis Online
  • dan sebagainya

Jadi itulah beberapa contoh produk yang bisa dihasilkan dari mempelajari coding.

Contoh Bahasa Pemgrograman dalam Coding

Gambar Apa itu Coding, Contoh, dan Mengapa Belajar Coding? Oleh Piwiq.com

Pada proses coding yang dilakukan, terdapat bahasa tertentu yang digunakan.

Ya, ibaratkan kita hidup sehari-hari. Saat di wilayah A, menggunakan bahasa A, di lingkungan B menggunakan bahasa B.

Begitu pula dengan coding.

Saat mengembangkan aplikasi untuk Android, maka bahasa pemrograman yang digunakan adalah Java atau Kotlin.

Beda lagi dengan mengembangkan aplikasi untuk desktop, bisa saja C, C++, C#, Java, dan sebagainya.

Perlahan hal-hal ini akan dipelajari sambil jalan, tidak usah terlalu pusing karena tampak banyak sekali jenisnya. Berikut ini beberapa conto, sebagai overview.

1. JavaScript

Pernah mendengar istilah yang satu ini ketika menggunakan laptop ataupun handphone?

Muncul pertama kali pada tahun 1995, javascript masuk ke dalam kategori bahasa scripting tingkat tinggi yang diartikan. Platform utama yang digunakannya adalah browser web tetapi tidak jarang juga digunakan di server web.

Misalnya, kamu sedang mengisi sebuah form, setelah ditekan submit, ternyata muncul pop up untuk memastikan pengiriman yang ada pada form. Nah, pop up ini merupakan salah satu contoh dari JavaScript.

2. Python

Bahasa pemrograman selanjutnya adalah python yang dikenal sebagai bahasa tingkat midadvance.

Jenis bahasa pemrograman yang satu ini dibuat pada tahun 1991 oleh seseorang bernama Guido Van Rossum. Sebuah bahasa yang cukup popular dan digunakan pada platform yang ada pada beberapa negara di dunia.

Akhir-akhir ini Python banyak digunakan untuk mengolah data di bidang ilmu data science. So, bagi kamu yang tertarik untuk mengolah data untuk menarik kesimpulan tertentu, bisa mulai nyicil nih belajar Python, ya.

3. SQL

Memiliki kepanjangan yakni structured query language adalah kode yang digunakan untuk melakukan interaksi dengan basis data sejak tahun 1974. Kode SQL sering ditulis sebagai garis mandiri atau disebut juga kueri.

Setiap kueri ini didesain untuk membuat, membaca, memperbarui, atau menghapus data dalam database. Jenis ini merupakan bagian penting dari perangkat lunak seperti WordPress dan MediaWiki.

4. PHP

PHP bukan Pemberi Harapan Palsu, ya.

Tapi, PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor.

Istilah yang satu ini adalah istilah yang paling sering dijumpai, apalagi saat website sedang error ataupun tidak bisa tersambung sama sekali.

Bahasa pemrograman ini berfungsi untuk menghasilkan alamat web yang memiliki sifat dinamis. Hal ini dibuat tahun 1995 oleh seseorang bernama Rasmus Lerdorf. Platform PHP ini adalah server web.

5. Ruby

Bahasa pemrograman yang satu ini diciptakan oleh seseorang bernama Yukihiro Matsumoto pada tahun 1995. Dengan desain yang dibuat untuk menjadi inovatif dan menyenangkan untuk digunakan.

Banyak sekali hal yang bisa dilakukan menggunakan bahasa pemrograman yang satu ini seperti kebutuhan coders, menulis dan menyusun code, dan lain sebagainya.

6. C++

Sebuah versi yang disempurnakan dari terdahulunya yakni versi C dimana ada penambahan paradigm yang memiliki orientasi terhadap objek. Bahasa pemrograman ini dibuat pada tahun 1979 oleh Bjarne Stroustrup.

Jenis yang satu ini adalah bahasa yang dikompilasi dan berjalan pada beberapa platform perangkat keras, seperti beberapa pada game.

7. C Sharp

Layaknya C++, bahasa pemrograman yang satu ini juga awalnya berakar pada C, dan bisa juga ditulis dengan C#. Bahasa ini dikembangkan oleh Microsoft pada tahun 2000 dan digunakan secara luas dalam kerangka.

Alasan Mempelajari Coding

Makin menarik nih, terus mengapa perlu belajar coding?

Secara sederhana, alasan mengapa mempelajari coding, yakni kedepannya kita akan bersahabat dengan teknologi, baik sebagai pengguna atau pencipta.

Bagi kamu yang ingin menjadi pencipta, mulailah pelajari coding. Misalnya, ingin jadi founder startup, membuat website/aplikasi/game, dan sebagainya.

Tempat Belajar Coding

Gambar Apa itu Coding, Contoh, dan Mengapa Belajar Coding? Oleh Piwiq.com

Sepertinya menarik untuk belajar coding, dimana saya bisa belajar?

Untuk jenjang pendidikan formal kamu bisa mengambil kejurusan di SMK atau rumpun Ilmu Komputer untuk jenjang Perguruan Tinggi.

Namun, coding juga bisa kamu pelajari secara autodidak, kursus, atau pendidikan kepelatihan. Sepengamatan penulis, sudah banyak kelas-kelas online yang tak kalah keren dengan pendidikan formal.

Beberapa website yang bisa kamu jadikan sumber belajar, yakni:

  1. YouTube Channel (Web Programming UNPAS, Sekolah Koding, dsb)
  2. Sekolahkoding.com
  3. Code.org
  4. Codeacademy.com
  5. W3schools.com
  6. Udacity.com
  7. Binaracademy.com
  8. Dicoding.com
  9. Codepolitan.com
  10. Codesaya.com
  11. dan masih banyak lagi.

Sepertinya akan cocok bila bagian ini kita bahas di bagian konten khusus ya.

Haruskah Kuliah untuk Bisa Coding?

Perihal pertanyaan ini jawabannya ada di diri kita sendiri. Coba ketahui kondisi dan gaya belajar diri sendiri.

Bila kamu adalah orang yang suka belajar sendiri meskipun tanpa tutor, ya belajar autodidak bisa dicoba.

Cukup berbeda jika kamu adalah seseorang yang belajar dengan mengikuti kurikulum tertentu. Pada situasi ini, kamu bisa memilih ikut kursus, mencari mentor, atau pendidikan formal.

Menurut penulis, masing-masing metode belajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, coba kenali diri kita sendiri lebih cocok ada di posisi yang mana.

Postingan yang menarik!

Demikianlah sedikit sharing mengenai codingn dan beberapa subtopik terkait, semoga membantu ya!

Bila ingin berdiskusi, yuk di kolom komentar.

Tinggalkan komentar