Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype
Referensi

Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype

Dewasa ini dunia yang semakin berkembang melahirkan berbagai pengembangan disiplin ilmu begitu pula dengan teknologi.

Dalam hal pengembangan produk tersebut, terdapat tahapan yang dinamakan prototype yang bertujuan untuk mendorong pengembangan produk lebih cepat dan lebih baik.

Sebenarnya apa itu yang dinamakan dengan prototype, bagaimana penerapannya dan apa saja detail mengenai teknologi tersebut, berikut kita bahas.

Apa itu Prototype (Purwarupa)?

Gambar Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype Oleh Piwiq.com

Prototype adalah produk awal yang telah memiliki fitur-fitur dasar/utama untuk diujikan dalam sebuah proses pengembangan produk/penelitian.

Prototype ini dibuat sebagai demonstrasi dari suatu produk. Bagi perusahaan prototype juga banyak digunakan oleh berbagai perusahaan untuk mendukung kinerja pengembangan produknya.

Tentu saja mulai dari perusahaan berbasis teknologi, komunikasi, pangan, sandang, otomatif, dan bidang lainnya banyak memanfaatkan kemampuan prorotype/purwarupa ini.

Teknologi ini sendiri juga merupakan suatu pengembangan dari sebuah gagasan atau ide yang abstrak menjadi bentuk yang lebih terwujud.

Jadi prototype akan memberikan pengembangan visualisasi yang nyata terhadap gagasan, ide atau penelitian yang dilakukan.

Fungsi Prototype

Memudahkan dalam Pengembangan Produk

Kegunaan dari prototype yang pertama adalah memudahkan dalam pengembangan suatu produk yang masih dalam produksi.

Mengapa demikian?

Dengan adanya penyusunan prototype atau purwarupa ini akan memudahkan peneliti dalam mengevaluasi produknya tanpa membuang banyak dana.

Hal ini dikarenakan baik dari jumlah, besaran, berat, volume dan lainnya jauh lebih kecil dan lebih fleksibel dibanding produk aslinya.

Memudahkan Uji Coba Suatu Penelitian

Kegunaan lainnya dari sistem ini adalah memudahkan uji coba suatu penelitian sebelum dilempar atau dipasarkan ke khalayak luas.

Hal ini dikarenakan sebuah user atau peneliti akan lebih bisa memberikan pengembangan lanjutan terhadap produk ketika bentuknya prototype. Sehingga jika nantinya ada evaluasi produk tertentu bisa dikerjakan dengan lebih detail dan mudah.

Membantu Menciptakan Suatu Karya yang Lebih Akurat

Untuk dapat menciptakan kepuasan konsumen maka suatu produk harus lah teruji dan akurat. Melalui pemanfaatan teknologi dan sistem ini, kegiatan evaluasi karya akan lebih akurat dan sesuai kebutuhan pasar. Sehingga mampu meminimalisir kesalahan yang mungkin ada dalam proses pengembangannya.

Tahapan Pembuatan dari Prototype

Ketika akan mengembangkan suatu teknologi berbasis purwarupa maka perlu sekali memperhatikan langkah pengembangannya.

Pertama yaitu dengan melakukan pengumpulan data yang diperlukan, garis sistem data yang ingin dibuat atas keseluruhan perangkat lunak yang ada.

Kemudian, mulai membangun sistem prototyping itu sendiri dengan membuat perancangan sementara misal dengan memasukan input atau output produknya.

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan evaluasi dari sistem prototyping yang sudah dibangun, apakah sesuai keinginan pelanggan atau tidak.

Kemudian mengkodekan sistem yang sudah disepakati dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

Dilanjutkan dengan testing. Jika sistem sudah berhasil tercipta maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba,

Evaluasi. Setelah testing, dilanjutkan dengan evaluasi untuk kemudian menggunakannya jika sudah dianggap mapan.

Finalisasi, setelah produk disesuaikan dari hasil evaluasi. Produk tersebut biasanya akan mulai dipasarkan ke pasar yang terbatas sebelum pasar umum.

Contoh Prototype

Low-Fidelity Paper Prototype

Gambar Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype Oleh Piwiq.com

Low fidelity prototype biasanya berupa sketsa-sketsa dari produk. Sebagaimana gambar di atas, low fidelity prototype dari sebuah aplikasi yang menunjukkan flow dalam menggunakan aplikasi tersebut beserta detail tampilannya.

High Fidelity Prototype

Gambar Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype Oleh Piwiq.com
Sumber: dribbble.com/johnjbrown

High Fidelitity merupakan lanjutan dari low fidelity prototype. Jenis prototype ini tampilan produknya mendekati tampilan aslinya yang telah dibuat dengan aplikasi/teknologi khusus.

Dalam bidang website/aplikasi, beberapa tool yang biasa digunakan, seperti figma, sketch, adobe XD, protopie, atau framer yang baru baru ini sedang naik daun.

Paper Prototype

Gambar Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype Oleh Piwiq.com

Paper prototype merupakan jenis prototype yang bentuknya dalam kertas. Interaksi dilakukan seolah menggunakan produk secara real namun dengan media kertas.

3D Prototype

Gambar Apa itu Prototype, Fungsi, Tahapan, dan Contoh Prototype Oleh Piwiq.com

3D prototype merupakan jenis prototype yang memanfaatkan printer 3D untuk menjelaskan bentuk produknya. Biasanya ini diterapkan di industri yang membuat produk fisik.

Penerapan dalam Product Development

Menjadi Alat Uji Coba Penelitian

Contoh penerapan penggunaan teknologi ini dalam kehidupan manusia adalah sebagai suatu alat uji coba penelitian.

Jadi misalnya saja sebuah perusahaan tengah mengembangkan suatu terobosan mobil tertentu, maka akan dibuatkan purwarupanya.

Purwarupa atau prototype nya inilah yang kemudian diuji cobakan dalam penelitian, dilihat kekurangan, kepuasan dan kelebihan dalam pemakaiannya.

Menjadi Software Pengembangan

Penerapan lainnya dari sistem ini dalam kehidupan manusia adalah sebagai alat bantu software pengembangan suatu pekerjaan.

Dimana nantinya sistem ini sendiri akan membantu melahirkan front-end untuk proses pembuatan high level product itu sendiri.

Banyak perusahaan yang sudah mengaplikasikan penggunaan teknologi ini untuk media presentasi produk, uji coba, test produk dan lainnya.

Alat Uji Kepuasan Customer

Penerapan lainnya dari teknologi ini adalah mampu menjadi suatu alat ukur kepuasaan dari customer atau uji coba kepuasaan customer.

Misalnya, membuat suatu purwarupa suatu produk, kemudian diberikan pada tim pemeriksa yang akan melemparkan pada customer.

Nah nantinya customer inilah yang bisa memberikan evaluasi atas uji coba produk yang ada, misalnya masih ada keluhan maka tim bisa melakukan perbaikan.

Membantu dalam Pembuatan Design Thinking

Kemudian pengaplikasian dan contoh penggunaan lainnya dalam kehidupan manusia adalah membantu pembuatan design thinking.

Dimana design thinking berarti adalah membantu dalam pembuatan metode baru ketika membuat proses desain produk yang berfokus pada user.

Pembuatan design thinking ini sangat membantu untuk memecahkan masalah dengan praktis dan efektif tentunya.

Diaplikasikan dalam Paper, Low dan High-Fidelity Prototyping

Dalam contoh aplikasi paper, low dan high fidelity yang mampu mengembangkan web inspektur browser, perangkat lunak dan desain visual.

Pengembangan ketiga jenis ini memang memiliki kerumitannya masing-masing. Namun tentu sistem kerja prototyping ini super menguntungkan di kemudian hari.

Jadi diatas adalah ulasan lengkap mengenai definisi prototyping, kegunaan, tahapan pembuatannya bahkan contoh penerapannya dalam kehidupan.

Dalam pengembangannya sendiri memang teknologi ini memerlukan detail terkait. Jika ingin mengaplikasikannya agaknya harus memahami runtutan kerjanya.

Reyhan Ivandi

Just a boy who love blogging & design. Coding, soon.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *